Diksi dan Seni Bahasa (Resume ke 8)

 Judul                         :  Diksi dan Seni Bahasa

Penyusun                  : Mudma Nurdin

Resume ke                :  8

Gelombang               :  33

Hari/Tanggal            :  Jumat, 27 Agustus 2025

Narasumber              : Maydearly

Moderator                :  Widya Arema




Aristoteles merupakan sejarahwan Yunani yang memperkenalkan diksi hanya untuk menulis puisi. Tapi kini diksi berkembang tidak hanya digunakan pada puisi tapi juga digunakan untuk memperindah bahasa agar terasa maknanya. Menurut KKBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dan bertujuan agar pembaca dapat memahami teks dalam tulisan.

4 jurus Jitu dalam Mengembangkan Diksi yang Menarik

1. Sense of touch atau dalam dunia sastra disebut dengan imagery kinestetik atau taktil yakni pemanfaatan indra peraba dalam menulis. Pembaca seolah-olah akan merasakan sensasi sentuhan, misalnya rasa kasar, halus, dingin, panas, lembut, keras, licin, dsb.

Cara  sense of touch membantu pengembangan diksi

a. Deskripsi Fisik: Menggunakan kata-kata yang merujuk pada sensasi fisik yang dirasakan oleh karakter atau objek dalam cerita. Misalnya, "rasa kasar batu yang menggores telapak tangan" atau "kelembutan bulu halus yang menyentuh pipi".

b. Ekspresi Emosi: Mendeskripsikan bagaimana indera sentuhan mempengaruhi suasana hati atau emosi seseorang. Contohnya, "rasa dingin membelai kulitnya membuatnya merasa kesepian" atau "kehangatan pelukan memenuhi hatinya dengan kedamaian"

c. .Nuansa dan Atmosfer: Menggunakan sensasi sentuhan untuk membangun nuansa atau atmosfer dalam sebuah setting. Misalnya, "angin sepoi-sepoi menyentuh kulit mereka dengan lembut di tepi pantai yang sunyi" atau "hujan deras yang membasahi bumi dengan kelembutan."

d. Metafora dan Personifikasi: Menggunakan sentuhan secara metaforis untuk menggambarkan pengalaman atau objek secara lebih mendalam. Contohnya, "sinar matahari merayap seperti jemari emas yang membelai tanah gersang" atau "suara angin di pepohonan menggelembung seperti suara tawa anak-anak yang bermain."

2. Sense of smell atau indra penciuman: Penulis menghadirkan suasana melalui aroma atau bau.

Cara sense of smell digunakan dalam diksi

a. Deskripsi Lingkungan: Menggunakan aroma untuk menggambarkan lokasi atau lingkungan dengan lebih jelas. Contohnya, "aroma bunga melati yang menyegarkan memenuhi udara di taman itu" atau "bau tanah basah setelah hujan turun sepanjang malam."

b. Karakterisasi: Menambahkan aroma untuk menggambarkan karakter atau suasana hati. Misalnya, "parfum mewah yang menguar dari lehernya menunjukkan keanggunan dan kepercayaan dirinya" atau "bau rokok dan alkohol yang menusuk hidung menggambarkan gaya hidupnya yang kasar."

c. Memori dan Emosi: Menggunakan aroma untuk memicu memori atau mengekspresikan emosi karakter. Contohnya, "aroma kue mangga yang manis membawa kenangan masa kecilnya yang bahagia" atau "bau bensin yang tajam memicu kecemasan dalam dirinya."

d. Metafora dan Simbolisme: Menggunakan aroma secara metaforis untuk menggambarkan suasana atau konsep. Misalnya, "bau kemarahan yang menyengat terasa di udara" atau "aroma kebohongan yang terasa menyengat di ruang rapat itu."

3. Sense of taste atau indra perasa artinya menghadirkan pengalaman melalui rasa.

Cara sense of taste dapat dimanfaatkan dalam berdiksi

a. Deskripsi Makanan dan Minuman: Menggunakan rasa untuk menggambarkan makanan atau minuman dengan lebih jelas. Contohnya, "rasa manis dari cokelat leleh mengalir di lidahnya" atau "rasa pedas dari sambal yang membara memenuhi seluruh mulutnya."

b Ekspresi Emosi atau Perasaan: Menggunakan rasa untuk mengekspresikan emosi atau perasaan karakter. Misalnya, "rasa getir kecewa yang seperti pahit di ujung lidahnya" atau "rasa gembira yang segar seperti buah-buahan tropis yang manis."

4. Sense of hearing atau indra pendengaran

Cara menggunakan sense of hearing dalam diksi

1. Deskripsi Suara: Menggunakan kata-kata untuk menggambarkan berbagai jenis suara dengan detail. Misalnya, "derap langkah kaki yang cepat di lorong yang sepi" atau "gemerisik daun kering yang disapu angin."

2. Atmosfer dan Nuansa: Suara dapat digunakan untuk membangun atmosfer atau nuansa tertentu dalam sebuah setting. Contohnya, "gemuruh petir yang menggetarkan jendela" untuk menciptakan ketegangan atau "suara riuh kerumunan yang memenuhi pasar pagi."

3. Ekspresi Emosi: Suara juga dapat mengekspresikan emosi atau perasaan. Misalnya, "senandung riang anak-anak yang bermain di halaman sekolah" atau "ratapan sedih yang terdengar di ruang tengah rumah duka."

4. Simbolisme dan Metafora: Suara dapat digunakan secara metaforis untuk menyampaikan makna yang lebih dalam. Contohnya, "suara jangkrik malam yang menyiratkan kesepian di hatinya" atau "nyanyian angin yang membawa berita baik."

Tips bagi pemula agar mampu berdiskusi tanpa terkesan lebay adalah

1. Perbanyak membaca puisi, cerpen, novel, atau bahkan essai

2. Kenali Nuansa Kata-Kata yang mirip belum tentu sama maknanya.

Misal: sunyi ≠ sepi, merintih ≠ menangis.

3. Berlatih mengganti kata Biasa dengan kata yang puitis contohnya:Kalimat biasa: “Aku sedih karena ditinggal.”Dengan diksi: “Aku merintih dalam sunyi ketika jejakmu hilang.”

4. Perhatikan irama dan Bunyi. Usahakan setiap kata yang dipilih harus enak diucapkan.

Seperti kata: Membaca, bisa kita ganti dengan Merapal.

Penggunaan majas, struktur puisi, dan peran diksi dalam puisi

Majas merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk membuat puisi lebih hidup, imajinatif, dan menyentuh perasaan pembaca. Contoh majas, metafora, hiperbola, personifikasi, dll. Struktur puisi dibagi menjadi 2 yakni struktur fisik (Diksi, majas, tipografi, rima/irama)  dan batin puisi tema, perasaan, nada dan suasana). Sementara itu peran diksi dalam puisi diksi adalah kata kunci dalam puisi, kata yang dipilih harus tepat, indah, dan bernilai rasa.


Suara Pemula

Sampaikan pada hati untuk tak memupuk malu 

Agar dia mati  tertimbun  di dasar bumi paling jauh

Sampaikan pada rasa agar yang menguncup segera mekar dan bertumbuh

Sampaikan pada jemari untuk tetap menari 

Agar kata terus melompat menembus cakrawala diri

Sampaikan pada tubuh ini

Kini diri sedang menepi

Dalam ruang sunyi 

Mencoba menghirup aroma kata yang membius

Mencoba mencicipi pahit, manis, kata berdebus

Mencoba mendengar suara riuh pesan baru

Yang akan ku rangkai seperti bunga yang akan ku pajang di ruang tamu

Di rumah baru ku KBMN PGRI gelombang 33

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Itu Mudah (Resume Materi 9)

Mengelolah Majalah Sekolah (Resume Materi 11)

Menulis Biografi (Resume 12)