Berkarya dan Berprestasi Lewat Menulis (Resume 13)

 Berkarya dan Berprestasi Lewat Menulis 


Judul           :Berkarya dan Berprestasi Lewat Menulis 

Penyusun    : Mudma Nurdin

Resume       : 13

Hari/Tanggal : Rabu, 3 September 2025

Narasumber    : Rita Wati, M. Kom

Moderator        : Dyah Kusumaningrum, ST


Sekilas Tentang Narasumber

Narasumber pada pertemuan malam ini, Rabu 3 September 2025 adalah Sosok perempuan hebat yang sangat inspiratif dengan segudang prestasinya yakni Ibu Rita Wati, S.Kom. Seorang perempuan hebat yang kini menetap di Bali ini berdarah minang yang lahir di Tanjung Pinang.   Berawal dari hobinya mencatat pengalaman sehari-harinya di buku harian hingga  sekarang seiring dengan perkembangan tekhnologi internet, Beliau memberanikan dirinya untuk menulis di blog atau media sosial. Tulisan-tulisannya disambut positif para pembaca karena sederhana namun mampu menginspirasi banyak orang. Hal inilah yang membuat beliau lebih semangat lagi untuk terus menulis. 

Ibu Rita Wati adalah seorang guru di SMP Negeri 2 Mendayo. Selain sebagai guru aktivitas lain yang ditekuni adalah menjadi seorang blogger, writer, moderator,  youtuber, dan narasumber dari berbagai seminar  maupun workshop. Berkat ketekunannya dalam menulis beliau telah menulis diantaranya 5 buku solo, 1 buku duet, 11 buku antologi. Pada tahun 2021 beliau sudah berhasil meraih beberapa prestasi sebagai pemenang dan mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi hingga pada tahun 2025 beliau berhasil mendapatkan juara 5 Lomba Blog Asus Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Menulis itu Sulit?

Apakah menulis itu susah? pertanyaan ini tentunya melahirkan jawaban yang sangat beragam. Namun semua jawaban dengan sejuta alasan bahwa menulis itu sulit dapat terbantahkan ketika seseorang ditantang untuk menulis baik itu berupa kalimat atau paragraf dengan menghadirkan sebuah objek. Hal ini membuktikan bahwa menulis itu tidaklah  susah seperti apa yang kita bayangkan jika kita mengetahui kuncinya. Kunci dari menulis adalah ide, kemudian dikembangkan dengan mencari subjek atau objek yang terkait dengan ide. Sebagai contoh kecil dari gambar di bawah ini dapat melahirkan beragam tulisan dengan versi penulisnya masing-masing.


Beberapa alasan yang menjadikan menulis itu dipandang sulit yakni sulit mencari ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, menunda-nunda, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, bingung mau memulai dari mana, dan merasa tulisan kita jelek tidak layak untuk dibaca maka dari itu mari kita pahami rahasia menulis berikut.

Rahasia Menulis

1. Tentukan tujuan/ motivasi  menulis, apa hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat,  bisa jadi karena ingin mendapatkan uang. Semua motivasi yang saya sebutkan baik tidak ada salahnya

2. Setelah menentukan motivasi hal selanjutnya tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran kita tentang lingkungan sekitar, tentang siswa, tentang binatang kesayangan, hal-hal yang kita senangi atau kuasai.

3. Tuangkan semua ide yang ada ‘tunda dulu’ untuk mengedit tuntaskan semua ide dalam tulisan hingga selesai.

4. Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi  menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5. Lakukan setiap hari

6. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep  jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.

7. Mulailah join menulis Buku Antologi (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri  menjadi seorang penulis).

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan agar tulisan lebih berkualitas dan enak untuk dibaca adalah tulisan yang memperhatikan kaidah dasar penulisan. Biasanya bagi penulis pemula seringkali ditemukan kesalahan-kesalahan dasar pada tulisannya misalnya Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat, Paragraf panjang-panjang, Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb), Kata baku. (bisa install KBBI V), penggunaan kata yang tidak efektif, penggunaan istilah asing yang sering keliru, serta penggunaan kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung. Oleh karena itu ketika menulis, penulis harus memperhatikan kaidah dasar penulisan. 

Contoh

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

Contoh :  Saya sedang membaca.

                Hari ini pelatihan belajar menulis gelombang 27

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Contoh :    Rita Wati

                  Raden Ajeng Kartini

                  Pangeran Diponegoro

3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh : “Ayo! kita pulang Bu,” rengek Joni pada ibunya.

                "Mereka berhasil meraih medali emas," katanya.

Pada dasarnya semua tulisan itu bagus. Namun tulisan yang baik adalah tulisan yang bukan hanya sekedar menulis berdasarkan pengalaman-pengalaman saja tetapi tulisan yang didukung oleh data sehingga tulisan itu layak untuk dibaca.

Menulis, Berkarya, dan Berprestasi

Menulis  merupkan proses kreatif yang melibatkan penciptaan teks tertulis untuk menyampaikan gagasan, cerita, informasi, atau pesan kepada pembaca. Berkaca dari pengalaman-pengalaman Ibu Narasumber pada malam hari ini, beliau telah membuktikan bahwa berkat ketekunan dan kegigihannya dalam menulis beliau dapat  berkarya kemudian melahirkan prestasi-prestasi yang menakjubkan. 

"Bagi saya, menulis adalah terapi jiwa. 

Dari menulis saya belajar untuk sabar, ikhlas,

dan terus berusaha bermanfaat bagi sesama (Rita Wati)"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Itu Mudah (Resume Materi 9)

Mengelolah Majalah Sekolah (Resume Materi 11)

Menulis Biografi (Resume 12)